Di era globalisasi informasi melalui jaringat Internet, beragam informasi melimpah bagai air bah yang sangat mudah dapat diakses oleh siapa saja. Termasuk, di dalamnya, informasi tentang ilmu agama. Dakwah pun kini banyak dilakukan melalui Internet. Dan, banyak ustadz dadakan muncul melalui Internet.
Tentu, ini berbeda dengan zaman sebelum ada Internet. Dulu, seseorang yang menuntut ilmu, katakanlah santri, harus menempuh jarak dan waktu cukup lama. Dengan teknologi yang ada saat ini, waktu dapat diringkas, jarak bisa dilipat sedemikian rupa. Akibatnya, orang malas bergerak mendatangi guru/kiai.

Atas fenomena ini, KH Muhayat saat pengajian Tri Wulan IMAP(Ikatan Mutakharijin Al Falah Ploso) Lampung, di Komplek Al Husein Pondok Pesantren Nurul Huda Kabupaten Pringsewu, Lampung (7/03), berpesan agar para santri tidak ngefans terlalu berat atau “mabuk” dengan para ustadz di kanal Youtube dan melupakan guru ngaji di surau yang mengajari alif-ba-ta….
