“Jangan Mabuk Ustadz Youtube dan Lupa Guru Ngaji”

Dihadapan ratusan alumni Pesantren Al Falah Ploso Mojo, Kediri, Jawa Timur, itu hal senada juga dipesankan oleh sesepuh IMAP, KH Sa’dullah. Kiai sepuh yang demen mengenakan blangkon dan jaket Banser ini mengingatkan kembali dawuh pendiri Pesantren Al Falah Ploso, Syaikhona KH Jazuli Usman, tentang pentingnya mengaji dan mengajarkan Ilmu.
“Ingat selalu thoriqohnya Mbah Jazuli, afdholut thuruq, thoriqot ta’lim wa taallum. Sebaik-baik thariqah, thariqah belajar dan mengajar ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Pringsewu KH Hambali pada kesempatan itu menyampaikan pesan Ibu Nyai Rodliyah Jazuli dan putranya, KH Khamim Jazuli (Gus Miek), agar santri tidak muluk-muluk dalam mengejar dan mengajarkan ilmu. “Pesan Bu Nyai kepada saya, mulang ojo duwur-duwur, ngumpulne tangga mulang turutan, marai sholat kuwi berkahe gedi banget. Gus Miek juga berpesan, ngaji, ngaji! Ojo sampe ora tholabul halal (bekerja halal),” demikian kenangnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam pertemuan IMAP Lampung ke-6 ini, seperti biasa, dibacakan kitab Minahus Saniyah oleh ustadz Ali Imron dari Lampung Tengah. Selanjutnya, digelar musyawarah alumni terkait program organisasi, di antaranya pembentukan pengurus IMAP tingkat kabupaten dan realisasi pembangunan gedung Graha IMAP Pusat. Sebelumnya, di tempat yang sama juga digelar semaan al-Quran 30 juz oleh Jamiyatul Qurro wal Huffad (JQH) Pringsewu, dilanjutkan pembacaan aurod Dzikrul Ghofilin dipimpin Mustasyar PCNU Pringsewu KH Anwar Zuhdi.

Tinggalkan Balasan