Koordinator OPOP Training Center M Nuh, mengatakan, saat ini sudah ditunjuk 30 pesantren dari seluruh wilayah Jawa Timur untuk didampingi di OPOP Training Center. Mereka adalah pesantren yang para santrinya sudah memiliki embrio produk. Mulai produk bidang fashion, makanan, bahan olahan, serta software dan start up.
“Kita akan petakan berdasarkan produknya. Mereka akan dikelompokkan berdasarkan kecocokannya dan diberi pelatihan dan pendampingan. Karena, kan, teknik pengembangannya tak bisa dipukul rata,” terang M. Nuh.

Peluncuran OPOP Training Center ini juga dihadiri sejumlah tokoh di bidang pemasaran dan pengembangan ekonomi kreatif, Hermawan Kertajaya, Ahmed Osman, dan Prof Ki Chan Kim. Mereka adalah para petinggi International Council for Small Business (ICBS) di Indonesia, Mesir, dan Korea.
