(II)
Jangan bilang cinta itu renyah
Jika kelembutan napasmu tak sanggup nyalakan yang ada
Mestinya kau juga harus berusaha hidup pada jazirah doa yang panjang. Entah sebagai sungai-sungai atau gerimis yang tak pernah lengah.

(III)
Pada kedalaman matamu
Telah kubaca serambut kisah
Bahwa pelukan-pelukan panjang itu
telah bersekutu dengan puisi
Maka, di epos mana kau akan tinggal
Setelah hari-hari kau pukuli dengan senyuman paling tabah. Karena itu jangan mau ditekuk senja
Waduk Sermo, 2022.
ilustrasi: pixabay.com.
