Jejak Kemah Sastra 2024 di Banyuwangi

Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Kemah Sastra se-Asia Tenggara. JSAT atau Jambore Sastra Asia Tenggara merupakan kegiatan realistis terhadap eksistensi kesastraan di Indonesia, bahkan di dunia. Karena Kemah Satra ini diikuti oleh sastrawan dari Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan kegiatan ini meluas hingga ke manca negara.

Saya menjadi salah satu peserta yang diundang dari kegiatan JSAT ini. Sayangnya, untuk kali ini saya tidak bisa hadir karena adanya musibah. Kesempatan untuk berjumpa dengan penyair-penyair kawakan dari berbagai daerah tidak kesampaian.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Namun, melalui grup WA yang diinisiasi oleh panitia, sedikit banyak saya bisa mengikuti jalannya acara. Tentu saja pantauan dengan jarak tak berbilang, pun melalui dunia maya tidak sepadan dengan teman-teman yang hadir langsung di sana. Rumah Budaya Osing (RBO) adalah pusat kegiatan Kemah Sastra Tahun 2024.

Kegiatan JSAT 2024 mendatangkan nara sumber yang sudah tidak asing lagi di dunia sastra. D Zawawi Imron, si “Celurit Emas”, adalah salah satu nara sumber yang sudah malang melintang di dunia sastra. Ada juga Riri Satria, seorang peyair dan juga akademisi. Dan penyair muda, Sofyan RH. Zaid, yang merupakan penyair, esais, dan editor. Mereka adalah para nara sumber yang talenta kepenyairannya sudah sangat masif.

Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) Banyuwangi digelar 24-26 Oktober 2024, dengan kegiatan seminar, diskusi, dan menerbitkan buku antologi puisi berjudul Ijen Purba: Tanah, Air, dan Batu yang diikuti dari penyair Nusantara dan mancanegara. Selain itu berbagi pengalaman tentang kesastraan kepada generasi muda di Banyuwangi.

Kegiatan pencerahan sastra dengan program “Penyair School Visit’, sebagai ruang edukasi sastra yang ditujukan untuk siswa sekolah SMP/MTs dan SMA/MA sebagai bentuk semangat kreatif literasi di Banyuwangi yang diadakan Jumat, 25 Oktober 2024.

Pada kesempatan tersebut, Komunitas Indonesia Kreatif (KEPIK) dari Jakarta ikut partisipasi memberi paparan dan workshop “Menulis Kreatif ala KEPIK” di sekolah SMP I Kalipuro di Jln Gatot Subroto, dengan diikuti sebanyak 70 orang siswa.

Dari kegiatan ini, para peserta diwajibkan membuat karya puisi untuk dikirim ke panitia pelaksana JSAT melalui link google  drive yang dibagikan ke sekolah. Puisi yang terkumpul akan diseleksi secara ketat oleh tim kurator yang akan diterbitkan menjadi buku antologi.

Event JSAT yang melibatkan siswa sekolah, menurut saya, merupakan langkah strategis untuk dijadikan program sastra sebagai kalender tahunan yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi dan sinergitas serta melibatkan para pemangku kepentingan, tentu saja searah misi dan visi yang diadaptasi dari kekayaan budaya kebhinekaan, yang kelak akan membentuk adab karakter bangsa. Momen ini penting, mengingat pemerintahan sekarang telah memiliki Kementrian Kebudayaan.

Tinggallah kenangan. Jejak-jejak kepenyairan berkelindan di setiap intuisi peserta Jambore Sastra. Kemudian tidak sedikit para penyair ini yang menarasikan dalam diksi puisi. Proses lahirnya sajak yang tercipta oleh suasana Kemah Sastra yang sangat mengesankan.

Berikut ini saya muat beberapa karya teman-teman yang dikirimkan melalui grup WA. Karena terbatasnya ruang narasi, hanya sebagian saja yang sempat saya jejakkan.

OMBAK LAUT PULAU MERAH
Oleh: Riami

Ombak menyapaku garang
Suaranya menembus dada
Bergemuruh seluruh luruh

2 Replies to “Jejak Kemah Sastra 2024 di Banyuwangi”

Tinggalkan Balasan