Kemudian
Dengan sehelai rajut putih-hitam aku berdiri tegak
Meninju angin, menantang ombak
Dengan suara nyaring (dan berbekal syal guruku), aku bermaklumat
“Kau adalah aku di purnama berikutnya!”
Suro bulan ke dua,
Setelah debur dan mercu melebur lalu membuncah di tengah laut kota Banyuwangi
Maklumat itu diam-diam menjalar dibawa angin
Gaungnya bicara (sebagai pengingat),
“Dua purnama lagi, di situ, di tempat dudukmu, akulah dirimu!”

Kemiren, 27 Oktober 2024.
DI PASAR KAMPOENG OSING
Oleh: Riami
Kue cucur hangat, wajahmu yang semangat
Menatapku dengan hikmat
Kuambil sebungkus nasi jagung
Suaramu menggaung di telinga
Lalu menghuni jantung
Mengetuk-ngetuk dada
Memenuhi otot jiwa
Menjadikan aku kuat
Melangkah pulang
Kampoeng Osing, 27 Oktober 2024.
***
Selain itu, ada beberapa catatan teman-teman penyair yang dimuat diberbagai platform media. Khususnya terkait dengan Penyair School Visit yang diadakan di beberapa lembaga di sekitar Banyuwangi. Seperti kunjungan peserta Kemah Sastra ke MA Mabadiul Ihsan. Di sekolah tersebut para penyair membagikan pengalaman kepenyairan serta meberikan motivasi untuk mencintai sastra. Untuk lebih lengkap dapat dibaca di tautan: https://suarapecari.com/berita/SP-2024102614486/jambore-sastra-asia-tenggara-penyair-goes-to-school-digelar-di-ma-mabadiul-ihsan/.
Demikian juga acara Penyair School Visit yang diadakan di MTs. N 10 Banyuwangi. Di sana teman-teman penyair juga menyampaikan orientasi sastra terkait dengan kehidupan. Membagi pengalaman bagaimana kita mencintai sastra. Proses mencipta puisi yang akan menjadi jejak abadi dalam kehidupan. Kegiatan ini dapat dibaca di laman: https://www.sastrawacana.id/2024/10/penyair-goes-to-school-di-mtsn-10.html
Tidak banyak yang dapat saya sampaikan terkait acara JSAT 2024. Memantau dari jauh, pada saat yang kurang tepat. Situasi ini membuat saya harus pasrah melewatkan Kemah Sastra tahun ini. Semoga di tahun-tahun mendatang, saya masih diberi kesempatan untuk membangun diksi bersama penyair-penyair dari berbagai penjuru.
Terakhir, saya akan mengutip Puisi Lama (Pantun) yang ditulis oleh D Zawawi Imron:
Ikan kemiri dari sepanjang
Kalau diragi harum dan wangi
Semoga diberi umur panjang
Berpuisi lagi di Banyuwangi
Wallahu A’lam!

Mantap
Syukron,,,🙏