JELUJUR IBU
masih kuingat tengah malam tentang engkau yang masih asik bermain-main jelujur di amperan
rumah Mak, ketika baju dan celanaku sobek lantaran berlarian saat masih SD yang tak lagi
kumau pakai untuk esok, tanpa aba-aba walau pekat mata mulai mengakrabi bunga-bunga
mimpi, namun demi takut malu dari cacian keramaian mulut tetangga, engaku mengotak-atik
kembali baju lusuh dan berdebu, barangkali uang untuk membelinya masih dalam keringat sang
Ayah di permukiman perahu.

Annuqayah Lubangsa, 2022
MASJID
