Kemampuan bersikap jenaka dalam melihat realitas keagamaan ini bukanlah hal mudah. Apalagi masih ada kesalahpahaman yang mengatakan bahwa agama tidak ada kaitannya sama sekali dengan humor. Pemahaman ini membuat agama tertalu sempit dimaknai hanya sebatas petunjuk teknis dalam peribadatan. Akibatnya, hubungan kemanusiaannya menjadi kaku dan sempit.
Padahal, bila mau merujuk pada sumber historis, akan ada banyak kisah yang menunjukkan kalau Nabi Muhammad itu sangat humoris. Dengan menantunya saja, nabi pernah bercanda apalagi dengan para sahabatnya. Bukankah kita semua tahu kalau suatu ketika di kala makan kurma bersama-sama, Ali (menantu) memindahkan seluruh biji kurma yang sudah dimakan di depan Nabi Muhammad yang tak lain adalah mertuanya. Hal ini membuat seakan-akan Nabi-lah yang makan lebih banyak kurma dibandingkan Ali.

Kemudian Ali berkata, “ya Rasul, apa engkau begitu lapar sehingga engkau makan kurma begitu banyak”.
Melihat tidak ada tumpukan satu biji kurma pun dihadapan Ali, kemudian Nabi Muhammad membalasnya dengan ucapan, “bukannya engkau yang lapar wahai Ali. Lihatlah di depanmu. Engkau makan kurma sekaligus dengan bijinya”.
Sayangnya, kisah-kisah manusiawi Nabi Muhammad sebagai pribadi yang gemar bercanda dan suka tertawa sedikit sekali dipublikasi ke khalayak ramai. Kehidupan nabi lebih banyak dikisahkan sebagai sumber rujukan otoritatif hukum islam dalam menilai boleh dan tidaknya sesuatu.
Sungguh, beragama tidak hanya bisa dipandang dan dijalani dalam kacamata hukum semata. Karena agama tidak sekadar mengurus urusan halal dan haram. Tapi agama juga peduli pada aspek-aspek kemanusiaan. Sense of humor (rasa humor) adalah anugerah kemanusiaan yang harus dirawat agar hidup terasa segar dan menyenangkan.
Sikap jenaka dalam beragama bukan berarti kita bisa bercanda atau menertawakan ajaran agama. Namun, sikap jenaka haruslah menjadi salah satu pilihan cara pandang dalam melihat realitas keagamaan di sekitar kita. Karena tidak semua hal harus dihadapi dengan takaran logika.

Hhh MasyaAllah Alhamdulillah salah satu fenomena ramadan tahun ini ada yang mengabadikan, sungguh begitu indah perbedaan jikalau dilandasi perdamaian dan terus menjunjung tinggi persatuan.🤝🏻👍🏻