Sejarah, kebijakan pemerintah, situasi ekonomi, dan pergeseran budaya memainkan peranan pada proses pemaknaan jilbab sebagai busana perempuan Islam. Melalui proses itu makna sosial jilbab pun berubah-ubah, dari secarik kain yang dianggap asing menjadi pakaian yang dianggap paling sahih, juga paling modis untuk mengekspresikan ke-Islam-an seorang perempuan.
