Jualan Surga Kelompok Teroris

Terorisme merupakan problem akut yang melanda pelbagai negara di belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Keberadaannya selalu meresahkan umat manusia. Aksi-aksi yang dijalankan acapkali bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan (HAM) dan ajaran agama: memaksakan kehendak, melakukan teror, klaim kebenaran tunggal hingga aksi bom bunuh diri. Karena itulah, masing-masing negara melakukan pencegahan dan pemberantasan baik melalui jalur hukum maupun deteksi dini atau penyadaran.

Walau begitu, keberadaan kelompok teroris ini semakin hari kian bertambah kendati tugasnya berbeda-beda satu sama lain. Ada yang menjadi kombatan perang, ada pula penyuplai makanan bahkan fasilitator pendanaan. Misalnya, kasus mutakhir yang sempat menyita perhatian publik Indonesia belakangan ini; terdeteksi ada 5 WNI yang menjadi fasilitator pendanaan ISIS. Ini menjadi bukti nyata bahwa salah satu sumber dana yang digunakan kombatan ISIS juga berasal dari Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lantas pertanyaan yang muncul kemudian mengapa masih banyak orang yang tergoda dan jatuh hati pada terorisme? Bukankah sudah jelas bahwa, aksi-aksi mereka bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan (HAM)?

Ternyata, usut punya usut, salah satu jualan mereka dalam merekrut pengikutnya adalah dengan “jaminan masuk surga”. Siapa yang tidak ingin masuk surga – jikalau ada itu hanya segelintir orang – tentu semua orang ingin masuk surga. Yaitu suatu kehidupan yang digambarkan penuh kenikmatan, kedamaian, segala kebutuhan terpenuhi, dan di bawahnya mengalir suangi-sungai yang indah nan memesona. Itulah surga. Tempat yang diidam-idamkan umat manusia.

Tinggalkan Balasan