Kejadiannya sih sebelum wabah Corona semakin masif, kurang lebih dua bulan yang lalu.
Iseng-iseng saya dan kawan main ke supermarket modern Kota Metro Lampung. Di sana ternyata cuma mondar-mandir ta jelas. Tapi tak lama kemudian, saya penasaran melihat beberapa rak buku di satu sudut ruang belanja. Saya segera menghampiri.

Kira-kira, di supermarket modern yang cukup besar ini, apa saja daftar bukunya? Lebih spesifik lagi, apa saja koleksi buku agamanya?
Setelah melihat-lihat beberapa buku, betapa terkejutnya saya. Hampir semua buku tentang agama yang berjejer di rak dan etalase, berisi bahasan-bahasan tentang tauhid, anti-bid’ah, anti-syirik, dan pedoman-pedoman sunnah. Cover-nya memang bagus, warnanya mencolok, dan bukunya juga tebal-tebal. Tapi, ya itu, sudah bisa ditebak, kan ? Buku-buku itulah dasar dan pedoman kaum Wahabi dalam menyalahkan amaliyah kita, kaum nahdliyin.
