Karena banyak sekali lembaga pendidikan formal seperti sekolahan ataupun non-formal seperti pondok pesantren, maka desa ini menjadi permukiman padat penduduk, yang meliputi penduduk asli, santri pendatang, dan pelajar yang jumlahnya bisa sampai ribuan orang. Perubahan Desa Kajen menjadi destinasi santri menuntut ilmu dan mencari bekerkahan sang wali ini membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Salah satu sumber ekonomi utama yang bisa didapatkan oleh masyarakatnya, yaitu dengan berdagang berbagai macam produk barang, ataupun makanan dan minuman yang bisa meningkatkan usaha ekonomi mereka.
Banyaknya santri merupakan faktor utama yang menjadi penyebab masyarakatnya berprofesi menjadi seorang pedagang, karena para santri statusnya sebagai seorang pendatang, pasti akan membutuhkan berbagai kebutuhan hidup sehari-hari. Hal inilah yang mendorong masyarakat Desa Kajen untuk berprofesi sebagai pedagang.

Dapat dilihat berbagai macam toko yang dibangun di desa tersebut, membuatnya seolah-olah seperti kota dengan gedung-gedung toko yang banyak dan mendominasi bangunan di sana. Terlebih di sepanjang Jalan Ngemplak hingga Bulumanis, penuh dengan deretan toko-toko yang memasarkan berbagai produk.
Salah satu toko kitab terbesar di desa tersebut terletak di sebelah timur makam Syekh Ahmad Mutamakkin. Di toko tersebut dijual banyak sekali kitab kuning, meja belajar, minyak wangi, dan barang-barang lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan belajar santri. Dari penjualan kitabnya saja, yang rata-rata harganya Rp 10.000 sampai Rp 25.000, dalam sehari bisa lebih dari 50 kitab. Dari sini, bisa disimpulkan berapa kira- kira keuntungan yang didapatkan oleh toko tersebut dalam sehari.
Menurut Pak Aziz, pemilik warung lokal yang terletak di depan salah satu pondok pesantren di sana, bahwa dengan berjualan, seorang pedagang bisa mendapat keuntungan ratusan ribu rupiah dalam sehari, baik pedagang keliling maupun yang menetap. Sebab, banyak dari kalangan santri yang keluar pondok pada jam-jam tertentu, untuk membeli makanan, minuman, ataupun kebutuhannya yang sudah habis.
