Bisa kita simpulakan, dari hasil penjualan yang sudah bisa digunakan untuk menyambung hidup masyarakat dalam memperoleh kebutuhannya sehari- hari. Keuntungan tersebut bisa dibilang sangat cukup jika melihat dari profesinya sebagai pedagang lokal. Bahkan ada yang mendapat untung lebih besar daripada mereka yang bekerja di perkantoran.
Para santri yang mengenyam pendidikan di sana sepakat, jika mereka memerlukan apapun di Desa Kajen yang berhubungan dengan alat tulis, alat-alat inventaris pondok, ataupun keperluan sekolah sudah pasti tersedia. Tidak dimungkiri banyak santri yang betah tinggal di Kajen sampai puluhan tahun untuk menuntut ilmu, dikarenakan kenyamannanya dalam hal kelengkapan kebutuhan hidup.

Pada bulan suci Ramadhan, biasanya di Desa Kajen juga terdapat kampung yang sengaja dibuat di sebelah balai desa, yang khusus menjajakan takjil buka puasa. Kampung itu biasanya dinamai “Kampung Ramadhan” yang di dalamnya dijual berbagai menu berbuka puasa. Tempat itu merupakan tempat favoritnya para santri ketika menjelang berbuka puasa. Di sana, jika ada masyarakat ataupun pedagang luar yang ingin menjajakan dagangannya, maka mereka harus menyewa tempat terlebih dahulu sebesar Rp 80.000 per area untuk 15 hari Ramadhan. Sungguh, itu adalah sewa yang sangat murah sekali, kata salah satu warga.
Menurut KH Samu’in Wage, pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatus Syubban,di sela-sela pengajiannya mengajar kitab kuning kepada para santrinya, di Kajen tidak akan seramai ini bila tidak ada santri yang menghidupi Desa Kajen. Maka dari itu, warga Desa Kajen seharusnya berterima kasih kepada para santri, karena dengan adanya santri, Desa Kajen bisa ramai seperti sekarang ini.
Maka dari itu, agar tidak terjadi adanya ketimpangan sosial, sebaiknya ikatan sosialitas antara masyarakat dan para santri saling mengayomi sesama, sehingga timbulah sebuah simbiosis mutualisme. Semua kebutuhan santri disediakan oleh masyarakat, sedangkan masyarakat sendiri bisa mendapat penghasilan dari hasil menjual berbagai macam alat tulis, kitab, baju, dan lain sebagainya yang kiranya dibutuhkan oleh para santri pendatang.
