Besoknya, sebelum tiba waktu Jumatan, mereka berpamitan, turut hadir pembinannya, kemudian saling menceritakan pengalamannya masing-masing. “Saya tidak menyangka selama tiga hari di Aksara Pinggir ini, orang Islam begitu peduli terhadap kami, dikasih perhatian, peduli, padahal kami minoritas. Saya baru mengalami ini,” ucap Jova Gilbert.
Jesse Pangabean juga berkata, “Pesantren Aksara ini sangat nyaman, tidak nyangka ada pesantren sebersih ini. Perpustakaan lengkap, penghuninya juga sopan-sopan. Sangat nyaman untuk belajar,” terang remaja Batak yang selama di Aksara memang suka membaca ini.

Tak mau ketinggalan, Dorian sebagai ketua kelompok memberikan testimoninya. “Di Kampung Sawah kami mempelajari keberagaman, bagaimana kita bisa mendengarkan azan dan lonceng gereja secara bersamaan. Selain itu, Pesantren Aksara ini mengajari saya hidup bersama, makan bareng, merasakan antre mandi dan kekompakan tentunya,”
Mereka ternyata betah selama di Pesantren Aksara. Kebersamaan nampaknya menjadi hal baru bagi mereka, apalagi mengenai keharmonisan dalam perbedaan. Suatu saat mereka menyatakan ingin kembali kesini lagi.
Untuk diketahui, Aksara Pinggir merupakan Pesantren yang didirikan oleh Dr KH Heriyono Tardjono pada 2021, beralamat di Jalan Swadaya I Gang H Timin, RT.02/RW.002, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
