Karomah Santri dari Desa

“Sebenarnya Kiai ini mau ke mana?” tanya pemilik rumah tadi.

“Rumah Haji Kamilun,” Kiai Farid kembali menjawab.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Siapa dia?”

“Temanku naik haji kemarin. Apa kamu mengenalnya?”

“Kenapa Bapak mencarinya ke sini?” tanya ustadz itu.

“Karena dia mengatakan alamatnya ada di desa ini. Anehnya, ternyata tidak ada yang mengenalinya.”

“Benarkah?”

“Iya. Dia adalah temanku yang baik. Aku berutang budi padanya. Saat di pondok dulu dia sering memasakkanku. Sekarang pun aku punya utang padanya,” ucap Kiai Farid.

“Di mana Bapak mondok?”

“Mambaul Huda, Jombang.”

“Apakah dia seperti yang ada di foto itu?” ustadz itu menunjuk ke sebuah foto yang terpajang di atas tembok.

Kiai Farid tertegun dan menajamkan kemampuan penglihatannya. Ia lantas berdiri meyakinkan diri.

“Di mana dia sekarang?” tanya Kiai Farid.

“Dia telah lama pergi.”

“Maksudnya, Ustadz?”

“Beberapa hari lagi adalah haulnya yang ke lima.”

“Sungguh? Aku masih menjumpainya di musim haji kemarin.”

Ustadz itu tertegun.

“Ustadz ini siapanya Haji Kamilun?”

“Saya putranya. Jadi, Kiai ini adalah sahabat bapak yang sering diceritakan dulu itu?”

“Iya. Bapakmu sangat baik dan zuhud semenjak masih mondok dulu. Hmmm. Bagaimana bisa saya menjumpainya jika dia sudah lama tiada? Gusti Allah telah melimpahkan anugerah luar biasa pada bapakmu, Nak.”

“Kiai bukan orang pertama yang menjumpai bapak setelah tiada. Semoga saya bisa melanjutkan perjuangannya membesarkan pondok ini.”

Ruangan itu berubah menjadi senyap. Kiai Farid membaca zikir lirih berkali-kali sembari menunduk. Allah telah menampakkan kekuasaan-Nya pada orang-orang mulia.

2 Replies to “Karomah Santri dari Desa”

Tinggalkan Balasan