Kartini Masih Menulis: Dari Surat hingga Suara Perempuan

Kartini bukan sekadar tentang perempuan. Kartini adalah tentang siapa pun yang ingin hidup dengan hak yang setara: untuk berpikir, untuk memilih, untuk bermimpi. Emansipasi bukan hanya hak perempuan, tapi tanggung jawab bersama.

Kini, Kartini tak lagi menulis di atas kertas, melainkan dalam bentuk lain: dalam esai-esai aktivis muda, dalam orasi mahasiswa, dalam film, dalam puisi yang lahir dari luka dan harapan. Ia menulis melalui mereka yang tak pernah letih memperjuangkan keadilan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

21 April bukan hari untuk sekadar mengenang. Ia adalah hari untuk bertanya: apa yang masih harus kita lakukan agar terang itu benar-benar menyala, bukan hanya di kota, tapi juga di kampung-kampung; bukan hanya di layar televisi, tapi juga di ruang-ruang keluarga?

Selama pertanyaan itu masih relevan, maka Kartini belum selesai menulis. Dan tugas kita adalah melanjutkan kalimat-kalimatnya, dengan kerja nyata yang berakar pada keadilan. Selamat hari Kartini.

Purbalingga, 2025.

Tinggalkan Balasan