Kartini, Pengagum Quran dan Tokoh Emansipasi

April selalu identik dengan Hari Kartini. Tidak di mana-mana, nuansa April dan semangat kemanusiaan selalu bertemakan perempuan dan perjuangan. Keperkasaan dan kegigihan perempuan dalam memberikan kontribusi sosial diabadikan dalam sosok perempuan yang bernama Raden Ajeng Kartini (RA Kartini).

Sampai saat ini kita masih menyaksikan secara berkala bangsa Indonesia merayakan tanggal 21 April sebagai hari emansipasi perempuan. Sebagian dari kita memiliki caranya masing-masing dalam merayakan Hari Nasional itu, seperti diskusi nasional, kenang kisah seremonial, hingga flayer ucapan selamat yang menyesaki media sosial.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari sekian pernak pernik perayaan, terdapat rajutan historikal dalam afiliasinya dengan Islam yang unik untuk diperbincangkan. Sosok Kartini dan keislaman adalah awal dari semangat emansipasi yang terus digaungkan sekarang. Dari surat-suratnya yang dikenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang adalah curahan panjang seorang Kartini dalam kekagumannya kepada Al-Quran.

Curahan yang sampai ke pengetahuan kita saat ini, baik melalui tulisan maupun wacana oral, menceritakan tentang spirit keislaman yang tumbuh dalam ekologi sosial yang terpuruk (konservatisme Islam Jepara waktu dulu). Ruang masa lalu pun diperlihatkan, bagaimana keinginan Kartini dalam mereguk kalam quraniyah dibenturkan dengan konstruksi lingkungan yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai kedaerahan. Dari sini, semangat emansipasi itu lahir.

Tinggalkan Balasan