Kasak-kusuk Malam Hari

“Waalaikumussalam.” Kedua lelaki yang sejak tadi duduk di sana menjawab salam secara bersamaan.

“Wah. Apa itu, Pak Hardi?” tanya Pak Memed penasaran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Ini untuk bapak-bapak.” Lelaki bertubuh tinggi itu mengangsurkan barang yang dibawanya untuk Pak Memed dan Pak Udin secara bergantian.

Wajah Pak Udin seketika semringah, tangannya hendak meraih barang itu. Akan tetapi, memorinya memaksanya mengingat perkataannya kepada Pak Memed tadi. Tangannya yang sudah terulur mau mengambil barang dari Pak Hardi pun diurungkannya. Dia berbisik sebentar kepada rekannya yang ternyata bisikan itu sampai juga ke telinga Pak Hardi.

“Tenang saja, Pak. Ini bukan hasil maling, kok. Ini salah satu barang jualan online saya. Saya menjadi dropshipper dari beberapa toko besardi kota. Jadi, barang dikirimkan langsung dari toko tersebut ke pelanggan saya, bukan dari saya sendiri. Makanya tak ada banyak barang dagangan di rumah saya. Pekerjaan saya ini membutuhkan waktu berjam-jam di depan komputer. Sebab itu, saya jarang sekali keluar rumah. Mohon maaf, kalau sudah membuat bapak-bapak berprasangka yang tidak-tidak tentang saya. Kausnya kalau tidak mau, ya, saya ambil lagi.” Pak Hardi dengan nada yang tenang menjelaskan kesalahpahaman Pak Udin dan Pak Memed.

“Eh, jangan diambil lagi, Pak. Kami mau, kok. He-he-he,” Pak Memed menyambar kembali baju baru yang sudah kembali di tangan Pak Hardi. Dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan kaus baru gratis dari Pak Hardi.

Sementara itu, Pak Hardi hanya mengulas senyum dan menggeleng pelan. “Dulu saya memang seorang karyawan di salah satu perusahaan. Tapi, setelah melihat peluang menjadi dropshipper bagus dan kerjanya pun sesuai dengan hobi saya di depan komputer, saya memberanikan diri untuk keluar dan fokus menjadi dropshipper seperti sekarang ini.”

“Oh.” Mulut Pak Udin terbuka lebar. Kasak-kusuk tentang Pak Hardi yang dia dengar dari mulut-mulut warga desa selama ini ternyata keliru. Setelah sadar lelaki itu pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Malu.

Tinggalkan Balasan