KATA TAK BERTULANG

Surabaya, 2025.

KATA TAK BERTULANG

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Begitulah kata-kata, ia tak bertulang namun berdaging
Tak memiliki fondasi namun tegak berdiri
Tenggelam dalam samudera tanpa lautan
Tergeletak bernyawa tiada berhulu raga

Seperti itu kita—dan kau yang jauh di sana
Menghamba pada kuasa di mana cita-cita jauh mengabdi
Sementara pelupur hati tertinggal di lubuk pohon kenari
Menyiur lembut suara syahdu burung-burung penuh elegi
Kau hanyalah penderitaan yang dibungkus puisi

Indah sekali bila hujan turun dini hari
Terlampau jauh kukenang saban-saban rasa tanpa sabda
Karena kau memilih tidak ingin menyentuh jiwa
Akibat ketidakjangkauan kita atas sebuah identitas
Kau bersiang pergi tanpa berujar satu jua pamit undur diri

Apa lah yang perlu dikenang
Dari kata-kata tak bertulang
Puisi yang hanya dimiliki seorang
Harapan berisi risau dan malang

Pula pada rindu yang sudah terlampau dibentang
Sementara usai tak lagi menjadi jalan panjang
Sudah memang dikata, akhir bersabda
Tiada jalan, habis pula daging dimakan belatung
Habis sudah kenangan ditelan waktu

Pudar sudah harga diri perempuan
Mati kelak kemenangan sang tuan
Bila memang perang yang berkibar raya
Barangkali aku pun hanya menunduk muka
Berdiri di balik kaca
Mengunci diri dalam abdi
Membakar seutuhnya untuk sang jiwa dari Agni

Surabaya, 2025 .

Tinggalkan Balasan