Kekerasan Beragama dalam Tilikan Maslahat at-Thufi

Kalau tidak ada teks yang secara eksplisit memerintahkan, maka atas landasan apa kekerasan agama? Artinya, ketika ada teks tidak ramah terhadap kemaslahatan maka ia —dalam kacamata at-Thufi— dikesampingkan terlebih dahulu. Perspektif semacam ini sangat rawan untuk ditentang, karena seolah-olah meniscayakan kekalahan teks atas akal (maslahat). Apalagi bagi orang-orang yang sama sekali tidak memberikan akal porsi yang layak untuk bermain dengan teks.

Namun yang jelas maslahat gagasan at-Thufi sangatlah membantu dalam bertahan dari serangan kelompok yang menggunakan kekerasan atas nama agama. Kalau tidak demikian kita akan dihantam oleh teks-teks yang biasanya digunakan untuk legitimasi kekerasan itu sendiri. Menjadi sangat penting mendudukkan kemaslahatan di sini, memberikan akal porsi yang lebih untuk menentukan entitas bernama maslahat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan