KEMBALI AKU MENJADI PENARI

1/
Pagi itu selepas subuh, baru saja aku merapihkan baju dari basah hujan semalam. Daksaku kedinginan, tiba-tiba saja mendengar suara sirine bergentayangan pada tiap-tiap atap rumah. Semilir angin yang berhembus seolah tak biasa menyambut irama pagi. “Akankah hujan turun lagi?”. Bahkan jendela ikut bergetar, atmaku gemetar belum sempat membaca pesan dari Tuhan, malah asyik memperbaiki jam tangan.

2/
Jarum jam beranjak pukul tujuh, tiba waktunya menjelajah musim. Sedang atmaku semakin gelisah membayangkan suara sirine akan tiba darimana dan untuk siapa? Sejenak kuajak berjalan merefleksikan pikiran sembari menikmati udara pagi, lantas sekejap terlupa pada apa yang telah menjadi kata-kata, tanda-tanda di kepala begitu saja, diembus angin entah ke mana perginya. Lagi-lagi untuk kesekian kalinya aku kembali menjadi penari dalam dawai irama fana yang sudah kehilangan arah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Cirebon, 2022.

ilustrasi: lukisan khusro subzwari.

Tinggalkan Balasan