Sebagian besar umat Islam tentu telah mengetahui bahwa surat yang turun pertama sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad adalah al-Alaq. Surat yang terdiri lima ayat ini menjelaskan tentang perintah tentang membaca, iqra, atau menuntut ilmu dan belajar. Namun, adakah yang bertanya-tanya, kenapa bukan al-Alaq yang menjadi pembuka atau ditempatkan pada urutan dalam al-Quran yang kita kenal sekarang ini?
Kita semua tahu bahwa al-Quran dibuka dengan surat al-Fatihah, dan ditutup dengan surat A-Naas. Bukankah surat yang pertama turun adalah al-Alaq? Lalu mengapa al-Fatihah menjadi surat pembuka dalam al-Quran?

Secara umum, mengenai urutan penempatan surat, pendapat para ulama terbagi menjadi dua. Mayoritas ulama berpendapat bahwa tata urutan surat-surat al-Quran adalah bersifat ijtihadi (usaha pemikiran), yakni hasil pemikiran para sahabat, termasuk Sahabat Utsman dan lain-lain. Hal ini dibuktikan oleh beberapa mushaf dahulu yang mempunyai tata urutan yang berbeda. Misalnya, mushaf Sahabat Ali yang disusun berdasarkan urutan turunnya ayat (asbabun nuzul).
