Kenapa Wahyu Pertama Tak Jadi Pembuka Quran

Pendapat kedua, menyebut bahwa tata urutan surat-surat dalam al-Quran adalah bersifat tauqifi, yakni atas petunjuk Rasulullah, ‎bukan hasil pemikiran para Sahabat. Di antara ulama yang menegaskan bahwa urutan surat dalam al-Quran itu berdasarkan dalil adalah Abu Ja’far an-Nuhas. Beliau menyatakan “Sesungguhnya urutan surat seperti yang ada di mushaf sekarang adalah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (dalam an-Nasikh wal Mansukh fil Quran, hlm. 158).

Mengacu pada pendapat kedua, penempatan surat al-Fatihah menjadi surat pertama adalah atas ‎‎petunjuk Nabi. Namun, peletakan al-Fatihah menjadi pembuka sangat logis karena hal itu sesuai dengan arti nama surat al-Fatihah itu sendiri, yaitu pembuka. ‎ Al-Fatihah mengandung makna global yang akan dirinci dalam al-Quran secara keseluruhan. Dan ini merupakan alasan terbesar mengapa surat al-Fatihah berada di urutan pertama dalam al-Quran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kemudian, surat ini wajib dihafal seluruh kaum muslimin, karena orang yang salat harus membacanya. Kemudian surat ini diawali dengan kalimat Alhamdulillah, yang kalimat ini disyariatkan untuk dibaca setiap mengawali segala aktivitas. Setelah hamdalah, dilanjutkan dengan menyebutkan asmaul husna (ar-Rahman ar-Rahim) dan isyarat tentang diutusnya para rasul. Yaitu pada firman Allah, ‘Ihdinas shirathal mustaqim’. Lalu disebutkan tentang macam-macam makhluk, mulai dari al-Muhtadin (orang yang mendapat petunjuk), al-Maghdhubi ‘alaihim (orang yang dimurkai), dan ad-Dhaallin (orang yang sesat). Dan bahwa kuasa memberi hidayah ada di tangan Allah.

Tinggalkan Balasan