Kendat

“Kang,” Sutri memanggilku lirih. “Anu kang, tolong pulang sekarang… anu Bapa itu kang…” Sutri terdengar agak terisak. Perasaanku langsung tidak enak. Suaranya pun terdengar gemetar. Bapa kenapa? Aku bertanya-tanya. Jangan-jangan… pikiranku sudah kemana-mana, membayangkan yang terburuk, jangan-jangan Bapa jatuh saat ngambil nira…

“Bapa kenapa Tri?” suaraku parau.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Bapa kendat kang… kambing kita dicuri orang, terus tabungan… yang mau buat bayaran sekolah Sutri juga… dicuri orang… tadi siang kang, waktu si Mbok sama Bapa jual gula ke juragan Dahrun… Bapa stres kang, terus tahu-tahu sudah kendat di kamar… pulang sekarang kang…”

Aku tak lagi mendengar cerocosan Sutri. Tubuhku lemas. Tanah yang kujejak serasa melesak dan runtuh. Oalah Pa… kok yo kendat barang… aku menangis.

Keterangan:

1Kendat: Bunuh diri dengan gantung diri

2Pongkor: Wadah untuk menadahi nira, biasanya terbuat dari bambu yang dipotong sepanjang 50cm

3Benyek: Lembek

4Hari pasaran: Penghitungan berdasarkan kalender Jawa, bahwa satu pekan terdiri atas lima hari pasaran, yaitu legi, pahing, pon, wage, kliwon

5Nderes: Kegiatan memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira

Tinggalkan Balasan