Guru Zuhdi juga sering disebut sebagai kiai atau wali nyentrik lantaran caranya berdakwah cukup unik. Misalnya, selain rutin memberi pengajian di masjid atau pesantren, Guru Zuhdi ternyata akrab dengan beberapa klub sepakbola di Kalimantan Selatan, seperti Barito Putera. Guru Zuhdi juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Tentu, tujuannya untuk berdakwah. Bahkan, tak dinyana, tokoh yang menjadi Mutasyar Pengrus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan ini juga aktif menjadi anggota pemadam kebakaran di Banjarmasin.
Guru Zuhdi juga dikenal memiliki kepedulian tinggi dan selalu memikirkan kepentingan umat. Dalam masa pandemi Corona ini, misalnya, ia dengan tekun ikut menyadarkan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Saat dibawa ke RS Medistra Jakarta, Guru Zuhdi juga menjalani pemeriksaan rapid tes virus Corona dan hasilnya negatif. Hingga saat-saat akhir hayatnya, Guru Zuhdi masih sempat berdoa agar virus Corona cepat berakhir dan seluruh dunia diselamatkan dari wabah Corona. Subhanallah. Semoga doa terakhir Guru Zuhdi terkabul.
Innalillahi wainnailai rajiun.Semoga seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Amin.

ulamak besar tp saya nggak tahu beliau baru wafat, astaghfirullah…