Itu cerita juru kunci sana. “Jika seorang tak jodoh di dunia.” ujarnya, “kelak akan bersatu di alam berikutnya.” Dan, dengan tenang ia mengatakan, “makam ini –yang ditutup kelambu putih dan setiap harinya selalu ada peziarah datang– dikeramatkan karena itu. Orang berdesak-desakkan memasukinya hanya untuk perasaan kecewa, membalaskan dendamnya.”
Siapa yang menabur tanah makam ini

Rumah tangga seorang yang dibenci
Akan jadi berantakan
Usaha yang semula lancar
Berakhir dengan kehancuran
Ucapan itu selalu saja diulang-ulang. Terdengar bagai mantra. Dan tak ada perasaan kecewa. Yang menggeretakkan tulang-tulang.
Siapa yang menabur tanah makam ini
Ia telah membalaskan dendam, matanya sedalam maut…
