Pamekasan, 12, 12, 21.
SECAWAN MAAF

segala lekuk dan garis kupandang dalam sendu
berbagai warna tertata, begitu rapi mengitari wajahmu
maksudku bukan warna merah, hijau, ataupun biru
namun kisah-kisah yang sudah digelar oleh waktu
maaf, jika tangis bayi mungilmu dulu
kini menciptakan sakit dalam hatimu
aku adalah tawanan, dari salah yang kaumaafkan
aku pecundang, dari angkuh yang kauredam
bahkan, hujan dari beribu tahun
tak pernah benar-benar membasuh luka yang kucipta
kau membasuh sendiri perihmu dari tulus
dari ikhlas yang tak pernah pupus
