Pamekasan, 12, 12, 21.
BERTAHAJUD DI MATAMU

tiap malam, hening memeluk doa
menuju rasa yang dibekam airmata
sementara matamu yang purnama
menjadi sajadah paling sempurna
doaku lahir dari gigil kesunyian
mendekap harap yang kurapal tenang
sejak iftitah sampai salam kedua
binar matamu merekah mantra-mantra
malam sembab dihujani sesal
istighfar mengalun wangi.
