Harapannya, agar sang anak kelak menjadi kiai. Bahkan, sang ibu begitu bungah ketika tahu Kang Zastrouw kemudian mengabdi pada Gus Dur. “La kok sekarang malah jadi pengikut Buddha,” kata sang ibu dengan tangisnya sambil mengelus dada.
“Lo, kata siapa saya jadi pengikut Buddha?” tanya Kang Zastrouw keheranan kepada ibunya.

“La ya itu… kata orang-orang kamu sekarang sudah jadi budayawan. Bukankah itu artinya jadi pengikut Buddha,” timpal sang ibu.
