“Lo, salah itu, Bu. Bukan begitu,” sahut Kang Zastrouw.
“La terus piye…?”

“Budayawan itu, Bu, orang yang berada setingkat di atas orang gila. Tapi, masih setingkat di bawah kiai…” jawab Kang Zastrouw.
“Lo, salah itu, Bu. Bukan begitu,” sahut Kang Zastrouw.
“La terus piye…?”

“Budayawan itu, Bu, orang yang berada setingkat di atas orang gila. Tapi, masih setingkat di bawah kiai…” jawab Kang Zastrouw.
"Buku rekomendasi Bapak untuk anak-anak Indonesia apa, Pak?" Pertanyaan itu...
Kita diciptakan Tuhan dari kegelapan rahim ibu, mak-e, ummi', bunda, mbok-e...
Selama ini, kesalehan sering dipahami sebatas hubungan vertikal antara manu...
Di tengah arus popularitas media sosial yang kerap melahirkan tokoh-tokoh i...
Sejak kecil, kita dicekoki narasi indah baldatun thayyibatun wa rabbun ghaf...
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27 Agustus 2026 di Jomba...