Menyelami Khazanah Berpikir dari Esai-esai Reflektif

“Iqbal mencitrakan dirinya sosok yang kritis, tajam, aktual, dialogis, dan diskursif.”

Begitulah sepenggal kalimat yang ditulis Edi AH Iyubenu di pengantar buku ini, yang diberi judul Dilarang Mengutuk Hujan. Barangkali bukan hanya saya yang mengakui itu. Pembaca dan penikmat buku lainnya mungkin memiliki pendapat yang sama tentang esais Iqbal Aji Daryono. Gagasan yang segar dan berbeda dapat kita nikmati dari kumpulan esai-esai yang ditulisnya di beragam media.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Buku ini termasuk dari kumpulan esai-esai reflektifnya di salah satu media nasional dalam rentang waktu 2017 hingga 2020. Kecerdikan dan kepiawaian Iqbal dalam membangun sudut pandang merupakan implikasi dari lingkaran pertemanannya yang luas dan bagus, jelajah bacaan serta kedalaman Iqbal dalam menyelami langgam pemikiran dan kebatinan.

Sebagai seseorang yang pernah berguru langsung sekaligus penikmat esai-esainya di Detik.com, tentulah saya barangkali juga yang lain akan memujinya. Tak sedikit esais yang gaya tulisannya seperti Iqbal. Tetapi, ia brilian dalam membangun sudut pandang, dan menyuguhkan perspektif. Hingga menjadi pembeda dari para penulis esai reflektif lainnya, seperti Mohammad Sobari dan Mahbub Junaidi.

Tinggalkan Balasan