Ketika Santri Berkemah Bersama Insan Lintas Iman

Ketika pukul 22.00, tiba waktu istirahat, teman-teman malah aktif bercengkrama hingga larut malam. Bila dilihat sekilas, seperti pertemanan yang terjalin bertahun-tahun, saking akrabnya.

Dihari kedua, kami mengunjungi rumah ibadah lintas iman, dimulai dari Pure Satya Loka Arcana. Di sini kami disambut dengan baik. Vibes-nya mirip-mirip dengan di Bali. Maka tak salah peserta pada berfoto ria.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kemudian, menjelang siang kami ke Pasewakan (tempat ibadah) Aliran Kebatinan Perjalanan, di Jatisampurna, Kota Bekasi. Di sini, pemuka agamanya hadir semua. Saya menemukan fakta bahwa setiap Sabtu, murid sekolah penganut kepercayaan ini akan diajar di Pesewakan, kemudian nilainya dikirim ke aekolah terkait untuk mengisi nilai di mata pelajaran agama.

Selanjutnya, kami diajak ke Kampung Adat Kranggan. Tempatnya begitu sejuk karena banyak tumbuhan rindang mengerumuni. Di sini saya mendapat hal baru lagi.  Ternyata hukum adat yang sering saya pelajari di kampus benar-benar diterapkan di sini. Memang dari dulu bila ada kasus hukum non-pidana, Rumah Adat inilah sebagai ‘pengadilannya’. Dari situlah Kejaksaan RI merangkulnya sebagai tempat Restorative Justice sejak 2023.

Sebelum pulang dari sini, kesabaran kami diuji. Mobil yang saya tumpangi mogok.  Dan di sinilah fungsinya untuk saling membantu tanpa melihat latar belakang agama. Kami saling bahu-membahu untuk menangani, sampai mobil itu jalan kembali. Padahal l, satu mobil itu berisi teman-teman Muslim, PUI, Baha’i, Kristen, dan lain-lain. Tapi hal itu tidak berefek apa pun, selain manambah kerukunan.

Terakhir, kami mengunjungi GKP Kampung Sawah, Pondok Melati. Kedatangan kami di sini langsung disambut dengan makan siang bersama. Setelah itu, kami mendapat materi dari Pendeta Dina dan Romo Eko Praptanto, dua pemuka agama yang saya sudah cukup akrab, karena sering berada dalam satu acara sebelumnya.

Api Unggun, sebagai simbol semangat kerukunan umat beragama

Malam harinya, tentu kami menyalakan Api unggun, sebagai tanda malam untuk merayakan perbedaan. Teman-teman merenungi tentang apa yang dialami hari-hari terakhir ini.

Di malam ini, bisa dikatakan kami melebihi level roleransi. Bisa dikatakan harmoni. Hal itu terlihat ketika azan subuh, yang membangunkan saya adalah Mas Epan, dari jemaat GKP. Pada jam-jam salat, kami juga selalu dingantkan dan diberi fasilitas untuk menjalankan ibadah lima waktu.

One Reply to “Ketika Santri Berkemah Bersama Insan Lintas Iman”

Tinggalkan Balasan