Ketika Santri Berkemah Bersama Insan Lintas Iman

Kesan dari Teman-teman

Saya merangkum beberapa kesan dan harapan dari teman-teman mengenai event ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Bisa membincangkan teologi-teologi agama tanpa rasa canggung dan tidak enak, karena prasangka dan stigma yang tidak enak itu harus dikonfirmasi langsung ke penganutnya. Dan aku melakukan itu biar stigma-stigmanya langsung terkonfirmasi ke penganutnya,” kata Kak Sabeh, salah satu Jemaat Ahmadiyah. Dia juga berharap bahwa teman-teman yang belum berkesempatan ikut event multi iman ini supaya mengikuti pada kegiatan mendatang. Biar tahu bahwa masih banyak agama/aliran di luar enam agama resmi.

Kemudian Mas Sugandi, dari Aliran Kebatinan, memberikan kesannya. “Seru, menyenangkan, menambah wawasan dan pengetahuan tentang keyakinan lain serta menumbuhkan rasa persahabatan antara lintas iman. Semoga acara seperti ini akan terus ada untuk merawat kebhinnekaan, persahabatan, kerukunan dan persatuan bangsa.”

Mas Sugandhi juga berharap, tidak ada lagi diskriminasi dan perlakuan yang tidak adil terhadap kaum marjinal.

Sementara itu, Kak Clara, salah satu ‘artis’ dalam acara ini turut menyampaikan kesannya. “Proses menuju perdamaian memang panjang. Tetap jalani prosesnya kini dan nikmati hasilnya nanti. Senang bisa bertemu orang-orang baru. Semoga gerakan untuk menyebarkan perdamaian dan persatuan terus berlanjut,” kata penganut Agama Baha’i ini.

Tentu saya lebih penasaran lagi terhadap panitia yang mengorganisasi peserta dari berbagai wilayah dan beragam latar belakang ini, sampai acara berjalan sukses.

Teh Anisa Nurhasanah, membeberkan, bahwa yang jadi tantangan khusus itu sulitnya memenuhi kebutuhan semua peserta dengan berbagai ragam dan karakter. Dengan berbagai macam keterbatasan SDM, fasilitas, fasilitator, narasumber, dan lain hal.

“Tentunya kami sebagai panitia ingin memberikan yang terbaik untuk peserta, sehingga peserta dapat dengan nyaman mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Sehingga tujuan ataupun output yang kami harapkan bisa sampai kepada peserta dengan tepat. Sebagaimana kita ketahui, bahwasanya di YIC kemarin kita sempat membahas mengenai inklusi sosial, di mana tentunya kami berkewajiban untuk turut memberikan ruang kepada teman-teman peserta, baik itu ruang aman untuk teman-teman bisa mengemukakan pendapat, bebas berekspresi dan lain hal,”  tutur rekan yang berlatar IPPNU Kabupaten Bandung ini.

One Reply to “Ketika Santri Berkemah Bersama Insan Lintas Iman”

Tinggalkan Balasan