Ketika Setan Dibelenggu

Esensi dari dipenjaranya setan adalah agar kita bisa membangun benteng internal yang kokoh. Harapannya, ketika bulan suci ini berakhir dan rantai-rantai itu dilepaskan, kita sudah bertransformasi.

Kita bukan lagi mangsa yang lemah, melainkan pribadi yang telah mengenali kelemahan diri sendiri dan tahu cara mengatasinya. Kita belajar bahwa musuh terbesar ternyata bukan sosok bertanduk di luar sana, melainkan ego yang selama ini kita manja.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ramadan adalah puisi tentang kerinduan hamba kepada Sang Pencipta, di mana kesunyian dari gangguan setan menjadi melodi utamanya. Mari manfaatkan waktu di mana “musuh” sedang diistirahatkan ini untuk berdamai dengan diri sendiri.

Jadikan bulan ini sebagai saat untuk menjinakkan liarnya nafsu, sehingga saat Ramadhan berpamitan nanti, kita tidak lagi butuh alasan “digoda setan” untuk tetap menjadi manusia yang bercahaya.

Sumber ilustrasi: Kompasiana.

Tinggalkan Balasan