KH Abdul Hamid, Muhadits dan Penulis Kitab

Selain sebagai muhadits, KH Abdul Hamid juga dikenal sebagai sosok kiai yang mahir menulis. Banyak kitab berbahasa Arab yang telah ditulisnya, di antaranya adalah kitab al-Faraid al-Bahiyah fi al-Hudud al-Manthiqiyah dan al-Wasaid fi Nayl al-Fawaid. Kedalaman ilmunya diperoleh dari ketekunannya mengaji. Tercatat, KH Abdul Hamid pernah nyantri selama 7 tahun di salah satu pondok tertua di Indonesia, yaitu Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Dari Sidogiri,  KH Abdul Hamid melanjutkan pencarian ilmunya ke Tanah Suci. Tinggal di Mekkah selama 12 tahun, KH Abdul Hamid berguru kepada banyak ulama besar, di antaranya adalah Syaikh Ismail Bin Zain Al-Yamani, Sayyid Muhammad Amin Kuthbi, dan Sayyid Alawi Al-Maliki

Kembali ke Tanah Air, KH Abdul Hamid mulai diserahi estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada 1987, menggantikan ayahnya, KH Ahmad Mahfud Zayyadi. Selama mengasuh pondok, KH Abdul Hamid dikenal sebagai kiai yang kalem, sederhana, dan tak merasa diri sebagai orang yang lebih berilmu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Yang selalu diulang kepada para santrinya adalah dorongan semangat untuk terus belajar, belajar, dan belajar agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. “Jika di tanganmu ada sebiji kurma, maka tanamlah, kelak ia akan memberi banyak manfaat pada kehidupan,” itulah salah satu nasihatnya yang selalu diulang.

Tinggalkan Balasan