Kelak, setelah “diinterupsi” oleh serangan penjajah Belanda dan Kiai Nur selamat dari kepungan tentara Belanda, pondok pesantren yang dirintisnya mengalami perkembangan pesat, sampai akhirnya menjamur pesantren di desa ini, seperti yang kita lihat kini.

Super mantabbb,,,
ro niroh panjenenengan..😄
Aiss,,, onguwen napa? Salam dha’ Ke Ali,,,