“Apa yang menghalangimu untuk menikah?”
“Aku tidak memiliki apa-apa?” jawab Muhammad.
“Kalau ada yang melamarmu, kaya, cantik, dan berkepribadian mulia, bagaimana?”
“Siapa?”
“Dia adalah Sayyidah Khadijah.”
Mendengar nama Khadijah, Muhammad tidak perlu berpikir panjang dan menyetujuinya. Karena Beliau paham dan mengetahui siapa Khadijah yang memiliki sejarah agung di antara sebangsanya. Oleh sebab itu, dengan seketika Muhammad menyetujui lamaran tersebut. Meskipun sebenarnya masih ada versi lain terkait bagaimana pernikahan agung terjadi antara Muhammad dan Khadijah. Syeh Alawi Al-Maliki menjelaskan dengan saksama di dalam kitab Al-Busyra ini.

Begitu juga dengan maskawin yang terjadi dalam pernikahan agung ini. Ada yang mengatakan seserahan Nabi saw sebanyak 25 dirham. Ada juga yang mengatakan 20 baqrah saniyah. Dan ada lagi versi yang lainnya, yang dapat ditelusuri dalam kitab ini. Tidak perlu risau dengan perbedaan ini, karena menurut Syeh Alawi, pengarang kitab, dapat dirujuk sebagai sebuah kebenaran (fakanal kullu shadaqan) (hal. 20).
Wahyu Pertama Turun
Sayidah Khadijah mendampingi Rasulullah saw dengan penuh rasa cinta yang mendalam. Tidak pernah sekalipun dalam keluarga Nabi terjadi perselisihan. Hal ini diakui sendiri oleh Rasulullah saw bahwa Khadijah adalah segalanya dalam kebaikan dan keagungan. “Khadijah benar-benar merupakan hamba yang dicintai Allah, para malaikat, dan suaminya sendiri, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
Beliau menuturkan: “Sungguh, aku dikaruniai rasa cinta kepadanya“, sahih Muslim. Karena itu, setiap kali membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan Khadijah, Nabi selalu menjunjung kedudukannya dan berterima kasih atas pendampingannya selama ini.”
Pada saat Muhammad saw pertama kali menerima wahyu dari Allah swt melalui malaikat Jibril, detik itu jiwa Nabi saw dalam keadaan gundah. Setelah menerima wahyu yang dirasa sangat berat, Nabi saw pulang ke rumah dan berkata kepada istri tercinta, Sayyidah Khadijah, “Zammiluni… Zammiluni…, (selimuti aku… zslimuti aku…),” demikian Nabi saw berkata kepada Sayyidah Khadijah dengan tubuh gemetar dan raut wajah ketakutan.
