Khidmat, Isra Mikraj di Darul Muqorrobin di Tengah Banjir

Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Kema’hadan, Habib Syarif Sultan Husein, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ritual seremonial. “Kita manfaatkan sebagai wadah refleksi perjalanan istimewa Nabiyyuna Muhammad SAW,” ujarnya, mengajak seluruh hadirin untuk mengambil intisari keteladanan dari peristiwa agung tersebut.

Atmosfer bertambah syahdu seiring dibacakannya Maulid Simtud Durar dan sholawat bersama. Mahalul Qiyam (saat berdiri untuk pembacaan maulid) menjadi puncak harapan akan syafaat Nabi Muhammad SAW.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Puncak acara adalah mauidhotul hasanah (wejangan kebajikan) yang disampaikan langsung oleh Abuya Al-Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al-Munawwar. Dengan penuh hikmah, Abuya menggarisbawahi keunikan peristiwa Isra Mikraj. “Peringatan ini akan diulang-ulang sampai kiamat, insyaallah. Namun kejadian istimewa Isra wa Mikraj itu sendiri tidak akan terulang untuk kedua kalinya,” tegasnya.

Abuya, sapaan akrabnya, juga memberikan motivasi dan penguatan mental kepada para santri. Diingatkan bahwa untuk menjadi pribadi besar dan hebat, diperlukan kesungguhan, keprihatinan, tirakat, dan kesabaran, sebagaimana perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Dalam wejangannya, Abuya turut mengingatkan keutamaan berzikir dengan menyiratkan kutipan sabda Rasulullah SAW:

Tinggalkan Balasan