Kelompok musik Ki Ageng Ganjur dari Indonesia meraih penghargaan sebagai The Preservation Development and Promotion of Traditional Music Performamce dalam ajang International Foklor Festival Boysun Bahori yang diselenggarakan di Boysun, Sukhandariya, Uzbekistan pada 1-3 Mei 2026.

Pengjargaan ini diberikan setelah Ganjur tampil memakau di festival tersebut. Komposisi musik Ki Ageng Ganjur yang menggali unsur tradisi dan memadukan dengan unsur modern dianggap sebagai salah satu bentuk konservasi tadisi yang kreatif dan inovatif. Dengan demikian, Ganjur dipandang sebagai pelestari, pengembang untuk kemajuan tampilan musik tradisional.

Penghargaan ini tidak lepas dari peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uzbekistan yang melakukan pendampingan secara intens selama festival berlangsung.
“Ini suatu kejutan yang membanggakan, karena baru pertama kali Indonesia ikut dalam Festival Boyson Bahori, dan langsung menyabet penghargaan,” kata Sintia Christian Saeh, Kepala Pensosbud KBRI, Tashkent yang mendampingi Ganjur.
Duta Besar RI untuk Republik Uzbekistan dan Kyrgistan, Ruhaini Dzuhayatin, menyambut baik penghargaan yang diperoleh Ki Ageng Ganjur.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas budaya Indonesia, sangat membanggakan. Selamat pada Ki Ageng Ganjur yang telah membawa tradisi Indonesia di panggung dunia,” ujar Dubes Ruhaini.
Festival Boyson Bahori merupakan salah satu festival seni tradisi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan pemerintah Uzbekistan.
