Kiai Alimuddin: Sosok Zuhud dari Sumenep

Di Pondok Pesantren Darul Hadis Malang, Kiai Alimuddin tumbuh berkembang dengan keilmuannya yang mumpuni. Menurut penuturan Kiai Sattar, selama di pondok, Kiai Alimuddin terkenal sebagai orang yang sangat luar biasa di mata teman-temanya. Itu tak lain karena ketekunannya dalam belajar dan berzikir. Ia jarang tidur malam. Hampir seluruh waktunya digunakan untuk berzikir.

Di lingkungan pesantrennya, Kiai Alimuddin dipandang sebagai orang mampu memadukan antara ilmu dan amal. Bukan hanya sebatas itu, ia juga dinilai mampu mengendalikan hawa nafsunya. Karena itu, selama berada di pondok, Kiai Alimuddin tidak pernah melanggar peraturan pesantren atau bertengkar dengan sesama santri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bahkan, saban malam, Kiai Alimuddin menyempatkan diri untuk berhidmah kepada gurunya. Ia selalu menyiapkan segentong air untuk berwudhu gurunya. Karena kebiasaannya itu, di lingkungan pesantren dan di mata gurunya, Kiai Alimuddin dikenal sebagai santri wirai’e dan zuhud.

Kiai Alimuddin mondok Pesantren Darul Hadis Malang kurang lebih selama 16 tahun. Para gurunya selama mondok antara Lain: Ustaz al-Habr al-Qutub al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad bil Faqih dan Ustaz al-Imam al-Hafidz al-Musnid al-Qutub al-Doktor al-Habib Abdullah Bin Abdullah Bin Abdul Qadir bil Faqih. Keduanya sebelumnya berguru kepada Habib Abdullah Bin Umar as-Syatiry, Habib Alwi Bin Abdur Rahman al-Masyur, Habib Abu Bakar bin Muhammad As-Segap, Habib Muhammad Bin Ahmad Al-Muhdar , Syekh As-Segaf bin Hasan Alydrus, Syekh Imam Muhammad bin Abdul Qadir Al-Kattany, Syekh Umar Bin Harridan Al-Maghroby, Habib Ali Zain Al-Hadi, Habib Ahmad Bin Hasan Al-Atas, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Syekh Abu Bakar Bin Ahmad Al-Khatib dan Syek Abdurrahman Bahrumus.

One Reply to “Kiai Alimuddin: Sosok Zuhud dari Sumenep”

Tinggalkan Balasan