Kiai Hamid, Santri, dan Kulit Roti

Bertahun-tahun kemudian, setelah kewalian Kiai Hamid tersohor, seorang santri sowan ke pesantrennya dengan maksud menguji kewaliannya—dengan cara: apakah Kiai Hamid tahu bahwa dirinya ingin diberi makan oleh Kiai Hamid.

Karena, sesampainya di pesantren itu bertepatan dengan tiba waktu salat Isya, ia pun turut salat berjamaah di masjid pesantren. Rampung salat, ia tidak langsung pulang; menunggu sampai semua jamaah keluar dari masjid itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setelah mendapati hanya ia satu-satunya orang di situ dan mendapati lampu teras rumah Kiai Hamid pun sudah dipadamkan, ia melangkah meninggalkan masjid sembari berpikir bahwa keraguannya akan kewalian Kiai Hamid kini telah terbukti.

Tinggalkan Balasan