Namun, yang tidak ia duga, sekonyong-konyong dari rumah tersebut seseorang kelihatan melambaikan tangan kepadanya. Dengan ragu ia pun mendekati orang itu. Rupanya orang itu adalah Kiai Hamid yang, sembari tersenyum, langsung menawarinya untuk makan malam di rumahnya. Ia pun menuruti tawaran tersebut.
Sesampainya di ruang makan, ia merasa tersindir —mendengar Kiai Hamid berkata, “Maaf, lauknya seadanya. Sampean tidak bilang-bilang sih…” Dan, sejak saat itu ia percaya kewalian Kiai Hamid Pasuruan.

