KIDUNG PANDANG
Sewaktu kanak-kanak, hati luruh gempita
Ingin sekali perahu berlayar, oleh desir angin
di tepi kali; alirnya tenang, nyaman pun gerak gemulai
Dan perahumu berdayuh menuju tempat persinggahan
“mereka memandang berahi, indahnya tiada henti, daksaku sunyi” kata lelaki tua.

Hilir ke hilir melangkah, suara burung kenari berkicau
tak lupa indah gepak sayapnya, beruntun warna-warni
Menandakan pagi para petani bergegas panin sawah
Sembari Tuhan ciptakan segala arah tanpa arwah.
Betapa baiknya,
samudera bumi senyap dari serak-serak, semak belukar tumpukan sampah dan potongan biji
Pedulilah pada lingkungan ini, peduli pula dengan cipta sang ilahi.
