KIDUNG PANDANG

KIDUNG PANDANG

Sewaktu kanak-kanak, hati luruh gempita
Ingin sekali perahu berlayar, oleh desir angin
di tepi kali; alirnya tenang, nyaman pun gerak gemulai
Dan perahumu berdayuh menuju tempat persinggahan
“mereka memandang berahi, indahnya tiada henti, daksaku sunyi” kata lelaki tua.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hilir ke hilir melangkah, suara burung kenari berkicau
tak lupa indah gepak sayapnya, beruntun warna-warni
Menandakan pagi para petani bergegas panin sawah
Sembari Tuhan ciptakan segala arah tanpa arwah.

Betapa baiknya,
samudera bumi senyap dari serak-serak, semak belukar tumpukan sampah dan potongan biji
Pedulilah pada lingkungan ini, peduli pula dengan cipta sang ilahi.

Tinggalkan Balasan