Contoh sederhananya dan mudah sekali diamati adalah tentang ketawadhuannya, andap asor bahasa Jawanya. Rendah hati. Kiai sering menyampaikan di momen-momen tertentu, baik ketika mengaji bersama santri atau waktu memberi tausiyah, nasihat pada acara besar tertentu, seperti maulid, pertemuan wali santri, dan tadi, sungkeman. Dan ketika ada habaib (dzuriyah rasul: keturuan Kanjeng Nabi Muhammad saw) atau putra dari salah satu gurunya, Kiai tidak akan segan mencium tangannya, meski usianya terbilang lebih muda dari Kiai.
