Dalam menata argumennya, kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah menggunakan referensi yang cukup lengkap. Yaitu, berurutan dari dalil Al-Quran dan hadis, pendapat para sahabat dan tabiin, pendapat jumhur ulama, serta merujuk kepada kitab-kitab babon karya ulama salaf.
Yang menjadikannya unik, kitab ini menggunakan banyak referensi penting termasuk yang berlainan mazhab. Misalnya saja, bagi kaum Wahabi yang menolak ziarah kubur, KH Ali Ma’sum membantahnya justru dengan menampilkan pendapat dari Ibnu Taymiyah tentang kebolehan melakukan ziarah kubur. Padahal, Ibnu Taymiyah sendiri termasuk ulama yang dijadikan rujukan dasar bagi kaum Wahabi untuk menentang ziarah kubur.

Kitab ini menjadi penting untuk dikaji. Apalagi bagi seorang Muslim yang mendaku dirinya ikut golongan Ahlussunnah wal Jamaah agar tidak mudah terpengaruh oleh kelompok lain dan tahu dasar-dasar hukum dari beragam amalannya, sehingga tidak jatuh pada taklid buta.
Data Buku
Judul Kitab : Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah
Penulis : KH Ali Ma’sum
Penerbit : Penerbit Kalam
Cetakan : Kedua, Februari 2021
Tebal Buku : 50 Halaman (teks Arab) dan 73 Halaman (teks terjemahannya)

Kamus b Arab Al-Munawwir klo tidak salah merupakan karya pengasuh pesantren tersebut kan?
Iya. Kamus Almunawwir, karyanya KH Warson Munawir (dzuriah pendiri pesantren Krapyak)