Pernyataan al- Zarnuji ini jangan disalah tafsirkan. Ini hanya warning bagi kita, terutama pada ilmu-ilmu baru yang bersebarangan dengan syariat yang harus divalidasi ulang.
Masih dalam kitab Ta’lim, dinyatakan bahwa “Orang yang sungguh-sungguh dalam berusaha ia akan sukses dan akan mendapatkan impiannya.” Atau, “Barang siapa yang mengetuk pintu ia akan terbuka.” Begitulah orang yang telah kecanduan pada gagdet, mareka masih bisa diarahkan kembali untuk untuk mempelajari kitab kuning sebagai relasi keilmuan para ulama terdahulu, seperti mengkaji kitab Al-Muqaddimah, Ihya’ Ulum al- Din, Bidayah Al-Hidayah, dan lainnya.

Kitab kuning adalah pangkal dari segala keilmuan ulama terdahulu. Karena, banyak karya ulama baik dalam bidang hadis, tasawuf, akhlak, lingkungan, dan tafsir, yang semuanya terbukukan dalam bentuk kitab kuning. Untuk mendalami kitab-kitab tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam bahasa Ta’lim, “tuuli zamani”. Tidak bisa ditempuh hanya dalam tempo seminggu, dua minggu. Namun, memerlukan waktu relatif lama hingga hitungan tahun, karena memahami kitab kuning harus melalui ilmu alat, seperti ilmu nahu- saraf ilmu badi’, ma’ani, dan lainnya.
Selain itu, untuk memperoleh keilmuan dari para ulama harus melalui pembelajaran secara tatap muka sebagai mana sistem di pesantren, seperti metode sorogan, bandongan, dan lainnya dengan menggunakan kitab kuning, seperti Sullam al-Taufiq, Ummul Barahin, Shahih Al-Bukhari, dan kitab-kitab lainnya. Metode seperti itulah adalah salah satu upaya transmisi keilmuan dari masa ke masa hingga saat ini.
Mereviu sekitar abad ke-3 sampai abad 15-an Hijriah, pada saat itu, untuk mendapatkan ilmu sangat sulit. Perjalanan mereka untuk meraih ilmu melalui jalan terjal, karena masa itu alat transportasi masih terbatas, tidak semudah saat ini. Mereka melakukan rihla (mengadakan perjalanan panjang) dari satu tempat ke tempat lainnya dengan jalan kaki. Tujuannya hanya untuk mencari ilmu. Nama mereka pun tetap harum sampai sekarang karena peninggalan-peninggalan berupa karya-karya yang masih dikaji di berbagai pesantren sampai detik ini.
