Kontemplasi Hidup ala Franz Magnis Suseno

Sepintas diperhatikan, semakin usia kita meningkat sejengkal demi sejengkal, kuantitas urusan di sela-sela keseharian terus menumpuk dan memaksa kita untuk berinteraksi dengannya sebagai langkah penyelesaian tanpa kenal sesi penundaan sehingga ia terkesan sering preventif terhadap kita untuk menikmati kebebasan.

Inklinasi hipotesa ini gemar mengarah pada orang-orang yang berpikir dangkal. Mungkin menurut perspektif mereka, manifestasi kebebasan terpaku pada rajutan kenikmatan. Jikalau statemen tersebut begitu nyata dalam kancah kehidupan, berarti dapat kita petik konklusi bahwa ia merupakan generasi dari paham hedonisme yang pernah bersemayam dalam persepsi sebagian filsuf Yunani terdahulu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Makna kebebasan tidak terbatas pada apa yang telah diuraikan diatas. Berlandaskan substansi maksud gagasan Dr Franz Magnis Suseno dalam bukunya Etika Dasar bahwa semakin kita memberanikan diri menghadapi masalah dan tugas, maka bertambah luas ruang kebebasan kita. Manusia berhak menentukan dirinya sendiri.

Sedangkan, cara yang mampu mengarahkan kita dalam petualangan mencari jati diri adalah tidak menghindar dari mengemban tugas dan bertanggung jawab atas akibat tindakan diri sendiri. Jadi, kalau orientasi kehidupan hanya bertumpu pada upaya menjaring kenikmatan, suatu waktu disaat tugas berat menghinggap, kemungkinan besar bahkan pasti kita akan membiarkannya berlalu ditelan waktu. Perkara ini merupakan aksidensi pecundang, ia tak layak kita sandang, dan semestinya kita bersikap jantan dalam meladeni pluralitas problematika kehidupan.

Tinggalkan Balasan