Kita tahu, idealisme dan integritas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam organisasi seperti PBNU. Idealisme memberikan arah dan tujuan, sedangkan integritas menentukan bagaimana organisasi mencapai tujuan tersebut. Dalam kasus pengelolaan tambang, PBNU dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan idealisme lingkungan hidup sambil menjalankan bisnis pertambangan.
Namun, banyak Nahdliyin yang menilai bahwa PBNU telah kehilangan integritas dalam kasus ini. Mereka menilai bahwa keputusan PBNU untuk mengelola tambang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan hidup yang selama ini dijunjung tinggi.

Polemik pengelolaan tambang oleh PBNU dapat menjadi bahan muhasabah bagi organisasi ini. Muhasabah adalah proses refleksi yang mendalam untuk memahami kesalahan dan kekurangan. Dengan melakukan muhasabah, PBNU dapat memahami dampak dari keputusannya dan membuat perubahan yang diperlukan untuk masa depan.
