Dalam tradisi Islam terdapat beberapa adab yang perlu dilakukan ketika menyembelih. Seperti hadis Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, demikian terjemahannya:
Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dalam proses sanksi qishah), maka berbuat baiklah (lakukan dengan baik) dalam cara membunuh dan jika kalian menyembelih, maka berbuat baiklah dalam cara menyembelih, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.

Penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang paling tidak menyakitkan serta penghormatan yang sebaik mungkin.
Disyaratkannya untuk menggunakan pisau yang paling tajam, agar lekas kesakitannya hilang. Diantarkannya lewat doa-doa dan takbir untuk mengiringi kematiannya.
Kematian untuk Kehidupan
Hewan-hewan yang berkurban itu adalah makhluk istimewa yang merelakan dirinya dalam kematian untuk kehidupan yang-lain, kehidupan manusia. Maka dengan penuh syukur dan penuh hormat, ucapan-ucapan terima kasih harus dialamatkan sebanyak mungkin pada hewan-hewan tersebut.
Dalam situasi seperti ini, para penyaksi ritual kurban tersebut menatap dengan penuh haru dan syukur pada nasib hewan yang ditakdirkan untuk dikonsumsi.
Menyadari bahwa kehidupan-kehidupan yang ada ditopang oleh kematian-kematian. Seperti api yang hidup dari hangusnya kayu menjadi debu. Kelak kita pun akan habis dan mati, untuk menyajikan kehidupan bagi yang lain.
