Murid-murid terdiri dari para lelaki. Mereka membentuk setengah lingkaran mengelilingi guru yang berada di depan. Metode ini dikenal pada masa tersebut dengan sebutan halakah. Tidak diketahui apakah perempuan juga belajar dengan metode yang sama. Menurut beberapa keterangan, perempuan tidak mendapatkan pendidikan layaknya laki-laki. Mereka hanya belajar dasar agama dan diajarkan langsung oleh para guru di rumah, bukan di Langgar Putih.
Ketika Ketib Mas’ud wafat pada 1886, beliau digantikan oleh Syekh Abdul Majid yang baru kembali dari Mekkah. Pada masa ini memiliki banyak murid yang kompeten sehingga beberapa nama menjadi ulama yang terkenal di Jambi. Di antaranya adalah Hoofd Penghulu Abdul Samad, Guru Utsman, Guru Abdullah Affandi, Guru Ibrahim, Guru Ahmad bin Abdul Syakur (Guru Gemuk), dan Tuk Han.

Syekh Abdul Majid kembali ke Mekah pada sekitar 1904. Tidak diketahui alasan pasti mengapa Syekh Abdul Majid kembali ke Mekkah. Konon, karena dia dicurigai Belanda. Ada pula yang mengatakan bahwa ia membawa surat Sultan Taha ke Turki. Entah apa alasannya yang pasti dia tidak pernah kembali ke Jambi sejak itu.
Karena posisi guru di Langgar Putih menjadi kosong, Tuk Han akhirnya menggantikan Syekh Abdul Majid menjadi guru di Langgar Putih. Kondisi ini bertahan hingga berdiri tiga madrasah di Seberang Kota Jambi pada 1915. Pada 1923 berdiri pula Madrasah Al-Jauharain di Tanjung Johor, Seberang Kota Jambi menggantikan Al-Jauharain di Sungai Asam yang sudah ditinggalkan.
Sejak itu, kiprah Langgar Putih sebagai sarana pendidikan di Jambi seperti hilang ditelan bumi. Peran Langgar Putih tergantikan oleh empat madrasah tersebut. Nama Langgar Putih kembali muncul ketika terjadi huru-hara di Nurul Iman, salah satu madrasah dari empat madrasah tersebut.
Pada 1938, Nurul Iman baru saja melantik mudir baru yang energik. Dia adalah Tuan Guru Abdul Kadir, seorang reformis dari kalangan Islam tradisional. Visinya mirip dengan KH Wahid Hasyim dari kalangan Nahdhatul Ulama (NU). Tuan Guru Abdul Kadir sendiri pun merupakan tokoh NU di Jambi.
